Ngademin Pegiat Teknologi

Melihat foto lama pembangunan jalan ini, netizen menyoroti ukuran pohonnya

1 min read

melihat foto lama pembangunan jalan ini netizen menyoroti ukuran pohonnya

Foto sekolah lama jalan lama. (KITLV Leiden dari Abdi Dinata/Tempoe Doeloe, Indonesia)

Caraseru.com – Foto-foto jadul sering menunjukkan pohon-pohon raksasa dari beberapa dekade lalu. Sebuah foto lama jalan yang sedang dibangun sukses menarik perhatian netizen.

Seorang pengguna Facebook bernama Abdi Dinata membagikan foto tersebut melalui forum Indonesia Tempoe Doeloe. Foto ini disimpan dalam arsip online KITLV Leiden.

Kami bisa melihat pohon besar di seberang jalan. Pohon itu begitu besar sehingga para pekerja menggali lubang di dalamnya.

Lubang-lubang di pepohonan memungkinkan orang untuk lewat dari bawah. Foto ini diyakini diambil pada tahun 1920-an. Foto-foto lama dari tahun 1890-an hingga 1960-an tersimpan rapi di Museum Tropen dan Perpustakaan Universitas Leiden.

Pada artikel sebelumnya, ada pohon raksasa di sekitar Jalan Raya Pos atau Grote Postweg (juga dikenal sebagai Jalan Daendels) pada tahun 1890-an. Foto ketiga menunjukkan keberadaan pohon raksasa.

Foto sekolah lama jalan lama.  (KITLV Leiden dari Abdi Dinata/Tempoe Doeloe, Indonesia)
Foto sekolah lama jalan lama. (KITLV Leiden dari Abdi Dinata/Tempoe Doeloe, Indonesia)

Grote Postweg adalah jalan sepanjang 1.000 km dari Anyer di Banten ke Panarukan di Jawa Timur. Sebuah foto lama jalan-jalan Pasuruan tahun 1890-an membuat netizen memegang pepohonan di sekitarnya.

Ketiga orang yang mengenakan pakaian adat dan jari-jari batik itu terlihat sangat kecil dibandingkan dengan pohon raksasa yang ada di sekitarnya.

Banyak netizen yang percaya bahwa kondisi jalan saat itu pasti sejuk karena banyak pepohonan. Selain itu, netizen juga menyoroti suasana mengerikan dari pohon besar ini. Unggahan foto lawas tersebut menuai beragam komentar dari warganet.

Jalan Pasuruan sekitar tahun 1890-an.  (Perpustakaan Universitas Leiden)
Jalan Pasuruan sekitar tahun 1890-an. (Perpustakaan Universitas Leiden)

reruntuhan pohon kuno“kata Wa**n Har**anto.

Diameter pohonnya gila,” Barras J**n G**zo.

Jadi inget pohon duku yang dulu ditanam keluarga saya, diameternya juga sangat besar,“Ingat Jam**atul H**na.

Dulu, kebanyakan orang Belanda tidak mengenal angker atau wingit“Wow wow wow wow wow wow wow wow wow wow wow wow wow wow wow wow wow wow wow wow wow wow wow wow wow wow wow wow wow wow wow wow wow wow wow wow wow wow wow wow wow wow wow wow wow wow wow wow wow wow wah

Ngademin Pegiat Teknologi