Ngademin Pegiat Teknologi

Militer AS mempersiapkan sistem tenaga nuklir di luar angkasa, memasuki fase pengujian

1 min read

Penampakan siang dan malam dari luar angkasa. (twitter/Astro_Christina)

Penampakan siang dan malam dari luar angkasa. (Twitter/Astro_Christina)

Caraseru.com – Menurut laporan terbaru, militer Amerika Serikat (AS) sedang mempersiapkan teknologi tenaga nuklir baru berbasis ruang angkasa. Program ini akan segera memasuki tahap pengujian.

Tidak dalam waktu dekat, namun Defense Innovation Unit (DIU) baru akan menguji coba sistem tenaga nuklir baru ini di luar angkasa pada 2027.

Jenis teknologi tenaga nuklir baru apa yang akan digunakan militer AS di luar angkasa?

Unit yang berafiliasi dengan pemerintah AS mengumumkan pemberian dua kontrak kepada dua perusahaan, Ultra Safe Nuclear dan Avalanche Energy.

Duo ini diminta untuk mendemonstrasikan propulsi nuklir dan kemampuan daya dari pesawat ruang angkasa kecil yang beroperasi di ruang terestrial (Bumi-Bulan).

Ini adalah bagian dari program militer AS yang mengawasi kegiatan komersial dan pemerintah yang akan meningkatkan ruang cislunar dalam beberapa dekade mendatang, termasuk program Artemis yang dipimpin NASA.

Jika semuanya berjalan sesuai rencana, Ultra Safe Nuclear akan memamerkan EmberCore, baterai radioisotop nuklir yang dapat diisi ulang untuk tenaga penggerak dan tenaga.

Badan Proyek Penelitian Lanjutan Pertahanan (DARPA). [Darpa]
Badan Proyek Penelitian Lanjutan Pertahanan (DARPA). [Darpa]

Sistem radioisotop generasi berikutnya ini akan mampu meningkatkan tingkat daya hingga 10 kali lipat dibandingkan dengan sistem plutonium dan menghasilkan lebih dari 1 juta kilowatt-jam (kWh) energi hanya dari beberapa kilogram bahan bakar,“jelas DIU, dikutip dari Space.com, Senin (30/5/2022).

Energi longsoran, di sisi lain, akan menjebak ion fusi dalam medan elektrostatik dengan bantuan magnet untuk membawa elektron lebih dekat ke nukleus.

Organisasi militer lain yang mengejar teknologi nuklir Bumi-bulan adalah Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA).

Pada tanggal 4 Mei, kelompok tersebut mengumumkan bahwa mereka siap untuk sebuah proyek untuk merancang, mengembangkan, dan merakit mesin roket termal nuklir yang diharapkan memasuki orbit pada tahun 2026.

Sementara itu, NASA juga mengembangkan sistem propulsi termal nuklirnya sendiri.

Sistem seperti itu diyakini dapat mengirim astronot ke Mars, di mana tenaga penggerak saat ini membutuhkan waktu enam hingga sembilan bulan.

Inilah rencana militer AS untuk menyiapkan sistem tenaga nuklir baru di luar angkasa, siap diuji pada 2027. (Suara.com/Lintang Siltya Utami)

Ngademin Pegiat Teknologi